Roda-roda setinggi ulu hati,ulu hati gw tentunya,berotasi perlahan,cepat,dan berhenti,kemudian kembali bergerak.
Menapak nyaris sempurna di atas aspal yang tak lagi hitam, bosan sudah gw bilang, di dunia ini tak ada yang sempurna!
Keseluruhan ia membagi beban yang di pikulnya, bunganya bergantian mencengkeram kemudian menghempas, melewati kasarnya permukaan jalan.
Sedikit bila diamati, namun pasti, semakin lama tubuhnya semakin dipenuhi cacat, bunga-bunganya takkan lagi setegap baru, semakin lama semakin hilang, cengkeramannya pun akan semakin lemah.
Namun, ia kan tetap bersedia menahan beban, seberat bebannya dulu saat masih baru, bahkan mungkin lebih berat lagi, ia takkan mengeluh dengan luka-lukanya, karena ia diciptakan untuk tugasnya itu.
Hingga nanti, hingga yang empunya meragukan kemampuannya, hingga sang empunya berbenak kasihan, dan mungkin takkan pernah berterimakasih.
Ia pun akan diganti, dengan saudaranya yang masih muda, tapi tak lantas mengeluh, ia tahu tugasnya belum selesai sampai di situ, hanya saja masanya sudah berlalu, maka ia diganti.
Sisa tubuhnya masih ia jaga, semua masih bisa berguna, hingga takkan ada yang sia-sia, bergumam mungkin, bila dia ada hati.
Jiwa lama yang pergi, sisakan semangat dan pelajaran, sepatutnya seperti itu.
Menapak nyaris sempurna di atas aspal yang tak lagi hitam, bosan sudah gw bilang, di dunia ini tak ada yang sempurna!
Keseluruhan ia membagi beban yang di pikulnya, bunganya bergantian mencengkeram kemudian menghempas, melewati kasarnya permukaan jalan.
Sedikit bila diamati, namun pasti, semakin lama tubuhnya semakin dipenuhi cacat, bunga-bunganya takkan lagi setegap baru, semakin lama semakin hilang, cengkeramannya pun akan semakin lemah.
Namun, ia kan tetap bersedia menahan beban, seberat bebannya dulu saat masih baru, bahkan mungkin lebih berat lagi, ia takkan mengeluh dengan luka-lukanya, karena ia diciptakan untuk tugasnya itu.
Hingga nanti, hingga yang empunya meragukan kemampuannya, hingga sang empunya berbenak kasihan, dan mungkin takkan pernah berterimakasih.
Ia pun akan diganti, dengan saudaranya yang masih muda, tapi tak lantas mengeluh, ia tahu tugasnya belum selesai sampai di situ, hanya saja masanya sudah berlalu, maka ia diganti.
Sisa tubuhnya masih ia jaga, semua masih bisa berguna, hingga takkan ada yang sia-sia, bergumam mungkin, bila dia ada hati.
Jiwa lama yang pergi, sisakan semangat dan pelajaran, sepatutnya seperti itu.
posted from Bloggeroid
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komentar aja.. semoga dapet pahala.. amin..