Kamis, 21 April 2016

Painting a.k.a melukis

Ciyeeee.. gaya....
Anak lulusan sekolah seni bukan,kursus kaga,soksok-an ngasi judul melukis. :)))

Haha gw bukan mau tutorial or apalah apalah. Cuma pengen cerita aja,sharing kali ya. Akhir-akhir ini gw tertatik lagi sama dunia seni,sekarang ini seni lukis.

Ga ngerti kenapa tetiba gw pengen ngelukis. Terus aja gw browsing soal dasar2 melukis,dasar teknik melukis,peralatan harus ada dalam melukis. Selain itu juga gw nonton bukan satu atau dua tutorial melukis di utube,belasan yang udah gw tonton sampe sekarang. Ada beberapa yang bikin gw tercengang, terperanjat, terguling (ini tambahan bahasa yang ga masuk tema), soalnya di awal kaya yang ga jelas ulas sana sini tapi di akhir.. faaaaakkkk.. realistik banget hasilnya! Ajib dah! Itu mungkin yang mesti dilewati dengan pengalaman banyaknya praktek,bukan cuma baca ato nonton video tutorialnya.

Ok, jadi sekarang gw tau dunia lukis tuh luaaaaasss banget, alatnya, medianya, temanya, tekniknya dll.
Tapi setidaknya buat gw, ada tiga bahan melukis.

1. Cat air;
2. Cat Acrylic;
3. Cat minyak.

Cat air sama acrylic punya kesamaan, pelarutnya adalah air. Mudah kering, proses melukis berlapis pun bisa dilakukan dengan cepat dan katanya sih lebih ramah lingkungan. Namun hasil lukisannya tidak tahan lama. Lukisan cat air dan acrylic lama-kelamaan bisa pudar, apalagi bila terkena sinar matahari.
Katanya sih ada bahan (media) yang bisa bikin hasil lukisan cat Acrylic jadi lebih tahan lama, kaya Galkyd sama Glycerin. Tapi gw ga tau apa di mari ada yg jual Galkyd,kalo ada harganya pasti lumayan, soalnya barang luar, lo tau pan rupiah kita mah luar biasa. Xp nah kalo Glycerin setau gw adalah bahan kimia yang bisa jadi bahan dasar peledak, apa iya dijual bebas di mari? Secara negara kita mah pan parno-an sama yang namanya teroris, segala macem diperketat, termasuk pengadaan bahan-bahan kimia yang berhubungan dengan peledak atau bom. Yasudahlah.

Oke yang kedua adalah cat Minyak, ini yang biasanya para seniman senior pada pake. Hasil warnanya katanya lebih bagus, lebih tajem n lebih realistis. Terus juga waktu keringnya lebih lama, jadi bisa berkreasi lebih jauh sama lukisannya. Hasil lukisannya pun tahan lama, nah tuh lukisan jaman jebot yang masi pada ada sekarang itu sebagian besar dilukis pake cat minyak. Walaupun takkan ada yang abadi (apa sih ini wkwk).
Tapi, bermain dengan cat minyak berarti lo kudu lebih hati-hati. Sebab banyak media pelarutnya yang merupakan bahan kimia mudah terbakar bahkan bisa meledak. Katanya. Minimalnya pake Thinner. Terus juga kalo ngerjain lukisan cat minyak, disarankan dilakukan di ruang terbuka atau setidaknya ruangan yang sirkulasi udaranya bagus, ventilasinya aga banyak, atau dengan tambahan kipas angin. Soalnya cat minyak baunya agak menyengat, katanya juga kurang bagus buat kesehatan.

Nah itu yang gw tau sementara ini, masih banyak sih, tapi ya segitu aja dulu biar santai ya ga.

Lain kali gw share yang lainnya. Btw gw juga belon beli acan peralatannya. Budget meeeennn..wkwkwk.

Ok deh jaaaa na. ^^

Hujan

Hujan saat gw terjaga di pagi hari tuh selalu bikin gw bergumam..wow..

Morning rain is always amaze me.

Gw agak ngefans sih soalnya sama ujan, selain bikin adem juga suara jatohnya ujan ke atas genting (kaya lagu bocah) bikin gw pengen loncat ke tempat tidur :))))
Ga juga sih, ada mantra di setiap rintiknya. Sayang aja gw udah kolot bin tuir,malu mau ujan-ujanan. Tapi dulu seinget gw kalo lagi jalan ditengah ujan (keujanan) dan gw menengadah ke atas,butiran-butiran ujan yang jatoh ke muka seakan melunturkan segala kepenatan gw. Tercuci dan terbawa hanyut pergi. Magic, that's all i can say.

Alhamdulillah..

Dan gw ga ngantor hari ini,ketiduran lagi tadi pagi.. faaaakkkkk :')))

Magic!

Jumat, 08 April 2016

Satu Bagian Kusisihkan

Satu bagian kusisihkan
Dari semua yang tersisa
Terjaga hingga saatnya musnah..
Denyutnya kan terus ada
Menyambut malam dengan caranya..

Beku, membisu takkan lagi jadi bagian darimu
Meski malam berserak bagai pecahan kaca
Yang terus ku injak hingga takkan mampu mata terpejam..

Reguk, reguklah citamu
Bersama mentari yang senantiasa menghangatkanmu..

Namun izinkan aku menatap rupa senyummu,
Biarlah kan kubendung air mataku
Ku topang lemah kakiku
Dan ku sutrai lukaku
Hingga ragu takkan menghinggapimu

Terbanglah bersama sang angin yang mendambamu
Menari, menarilah dengan penuh pesona dan anggunmu

Namun biarkanlah aku menatap dari  bumi ini
Akan kupatahkan sayapku
Kurantai tubuhku
Dan ku belenggu anganku
Hingga takkan ku terbawa oleh harummu
Membayangi jalan di hadapmu

Satu bagian kan kusisihkan
Dari semua yang tersisa
Bahagia yang harus menjadi hak mu

Sesal yang tersirat
Adalah sesal yang tak dapat disesali
Terhimpit
Namun tak mampu ku remuk dinding di sekelilingku
Dinding yang senantiasa menjaga dan bentukku seperti ini
Dinding yang di uratnya mengalir darahku
Hingga ku patah asaku
Agar tak terjerat kau bersamaku

Bukan, bukan karenamu
Tangan ini yang patahkan sendiri jemarinya
Melepas erat genggam mu
Tangan ini pula yang putuskan simpul-simpul yang terangkai
Menabur warna kelam di atas ukiran pelangi
Hingga terhapus satu persimpangan yang rintangi arahmu
Satu bagian yang mampu kusisihkan
Dari semua yang tersisa
Secarik do’a yang kan sertai langkahmu..