Rabu, 17 Februari 2016

Word From A Bus #17Feb2016

Seperti biasa pagi gw langkahi dengan sepasang sendal capit dan batik, berderap tanpa tergesa menuju tempat manusia becerai berai... terminal.

Sedikit basah bercampur tanah merah, maklum semalam hujan datang sedikit ke pagi, hingga sisa embun dan kilaunya masih ada.

Pagi ini gw terpaksa lewati dulu jadwal kopi, setelah bangun gw tidur lagi, lalu bangun pagi sudah meninggi, tak ada waktu lagi bercengkrama dengan pahitnya.

Hari ini raya sudah luar biasa terisi, iya maksudnya jalan raya. Selalu saja harus gw perjelas, mikir dikit kenapa sih.
Singkat gw dapet bis, meski sedikit lama menanti.

Kosong,banyak kursi tak berisi,terlalu tinggi sudah mentari saat aku pergi sepertinya. Bukan jadwal umum. Umum karena mayoritas, mayoritas di ibu kota. Berangkat lebih pagi menghindari macet yang mengular.

Apa yang sebenarnya yang mereka cari, yang gw cari, pergi pagi, pulang saat mentari sudah menepi.
Uang? Kebahagiaan? Kemapanan? Atau hanya untuk bekerja? Karena lumrahnya manusia dewasa itu bekerja. Kalo di luar kelumrahan biasanya jadi omongan,yah maklum,masih banyak manusia yang lebih sibuk mengurusi orang lain daripada dirinya sendiri.

Masih banyak sih, tapi mulai bosan, nanti saja jika masih mampu, gw lanjut lagi.

Untuk sekarang,lanjut saja dengan mimpi yang ada.

~Bukan berarti harus tidur lagi.

posted from Bloggeroid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar aja.. semoga dapet pahala.. amin..