Satu bagian kusisihkan
Dari semua yang tersisa
Terjaga hingga saatnya musnah..
Denyutnya kan terus ada
Menyambut malam dengan caranya..
Beku, membisu takkan lagi jadi bagian darimu
Meski malam berserak bagai pecahan kaca
Yang terus ku injak hingga takkan mampu mata terpejam..
Reguk, reguklah citamu
Bersama mentari yang senantiasa menghangatkanmu..
Namun izinkan aku menatap rupa senyummu,
Biarlah kan kubendung air mataku
Ku topang lemah kakiku
Dan ku sutrai lukaku
Hingga ragu takkan menghinggapimu
Terbanglah bersama sang angin yang mendambamu
Menari, menarilah dengan penuh pesona dan anggunmu
Namun biarkanlah aku menatap dari
bumi ini
Akan kupatahkan sayapku
Kurantai tubuhku
Dan ku belenggu anganku
Hingga takkan ku terbawa oleh harummu
Membayangi jalan di hadapmu
Satu bagian kan kusisihkan
Dari semua yang tersisa
Bahagia yang harus menjadi hak mu
Sesal yang tersirat
Adalah sesal yang tak dapat disesali
Terhimpit
Namun tak mampu ku remuk dinding di sekelilingku
Dinding yang senantiasa menjaga dan bentukku seperti ini
Dinding yang di uratnya mengalir darahku
Hingga ku patah asaku
Agar tak terjerat kau bersamaku
Bukan, bukan karenamu
Tangan ini yang patahkan sendiri jemarinya
Melepas erat genggam mu
Tangan ini pula yang putuskan simpul-simpul yang terangkai
Menabur warna kelam di atas ukiran pelangi
Hingga terhapus satu persimpangan yang rintangi arahmu
Satu bagian yang mampu kusisihkan
Dari semua yang tersisa
Secarik do’a yang kan sertai langkahmu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komentar aja.. semoga dapet pahala.. amin..