
Di dalam ruang sempit berdinding baja.
Berserak kami tak beraturan.
Tak mampu lagi mengais tubuh kami.
Sebagian kami tlah menjadi abu, lebih rapuh dari arang yang mencekam.
Namun didalam keheningan ratap kami, masih kami dipaksa menyaksikan di hadapan kami,
mereka, sanak saudara kami yang terbakar.
Masih harus kami mendengar pedih jerit mereka yang tersulut menjadi kepulan asap.
Wahai tuan.
Tidakkah ada sedikit rasa di sana? Di sela gumpalan daging berisi darah yang merah menghitam.
Tidakkah tergetar mendengar jeritnya?
Tidakkah pilu melihat kalapnya api melahap tubuh kami?
Tidakkah sesak dada tersedak kepulan jiwa-jiwa kami yang tersiksa?
Bila kiranya hati tuan tertabur abu kami. Niscaya perih kami akan tuan rasakan jua.
Tapi dendam bukan tabiat kami, takdir kami tak menggariskan diri untuk mampu membalas.
Tapi setidaknya buang jasad kami yang telah berserak bahkan bertumpuk. Bukan untuk kami..
Tapi untuk kerapihan kamar anda kampreeetttt..!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komentar aja.. semoga dapet pahala.. amin..