ceritanya mahluk misleuk (menurut satu kawand yang entah apa artinya) ini
berjalan mnyusuri lembayung senja yang menghampari langit saat ini..
meluncur mulus di atas pedati besi yang bukan miliknya menyita mata yang
sempat melihat atau mendengar senandung tak berirama di sapuan angin yang
membelai bibir keringnya yang retak..
tapi tau kah bila tepat saat itu hatinya pun dapat terdengar, maka
berbeda mungkin mata-mata yang memandangnya, peka mungkin telinga-telinga yang
mendengar.. sebagian senyum mungkin tekembang dan sebagian menguncup..
bila Azzam mendengarnya mungkin bertutur dia "kau seperti sebuah
sekoci yang melunta-lunta di deru gelombang samudera setelah bahtera yang kau
bawa sengaja kau karamkan di antara gunung-gunung es yang bersembunyi di bawah
langitmu.. karena kau tau kau akan menabrak dinding kaca yang menghadang di
hadapan meski hari ini masih belum terlihat.. sekarang kau pasti dahaga dan
menjadi lebih gila.."
namun bila Gibran yang mendengarnya mungkin dia akan berkata.." kau
seperti sayap-sayap patah yang terpotong oleh pedang yang kau sembunyikan
sendiri di baliknya.. kini merengek meminta pada angin agar bersedia membawamu
serta.."
bila kawannya mendengar mungkin akan berkata " jangan terlalu gila
teman, dunia ini tak selebar daun kelor, tak setinggi pohon pinang dan tak sedalam
ember di kamar mandimu.. kamu kira hanya itu urusan yang ada di dunia ini?
masih banyak masalah yang harus kau selesaikan, tinggalkan saja dulu sejenak, hingga
kau temukan jawaban dalam benakmu sendiri..."
namun bila terdengar oleh musuhnya berkata mungkin.."Kau kira aku ni
emakmu! pergi sana tangisi nasibmu sendiri!..hahaha!!"
bila Ibunya mendengar mungkin beliau berkata.." Nak..betapapun kau
tak sanggup membalas budiku.. aku sayang kamu, betapapun kau sakiti hatiku.. aku
masih sayang kamu, tapi tolong jangan menyakiti dirimu sendiri.. itu lebih
sakit nak.."
bila ayahnya yg mendengar.. "kedewasaan dan kebijaksanaan tidak
datang dengan sendirinya.. bila kau tak sanggup menghadapi ini.. maka siapa
yang akan mau menjadikan mu sebagai pemimpin kelak?.."
Lalu bila kamu yang mendengar… ???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komentar aja.. semoga dapet pahala.. amin..