Sabtu, 15 September 2012

Bila Kamu Yang Mendengar..?


ceritanya mahluk misleuk (menurut satu kawand yang entah apa artinya) ini berjalan mnyusuri lembayung senja yang menghampari langit saat ini..

meluncur mulus di atas pedati besi yang bukan miliknya menyita mata yang sempat melihat atau mendengar senandung tak berirama di sapuan angin yang membelai bibir keringnya yang retak..

tapi tau kah bila tepat saat itu hatinya pun dapat terdengar, maka berbeda mungkin mata-mata yang memandangnya, peka mungkin telinga-telinga yang mendengar.. sebagian senyum mungkin tekembang dan sebagian menguncup..

bila Azzam mendengarnya mungkin bertutur dia "kau seperti sebuah sekoci yang melunta-lunta di deru gelombang samudera setelah bahtera yang kau bawa sengaja kau karamkan di antara gunung-gunung es yang bersembunyi di bawah langitmu.. karena kau tau kau akan menabrak dinding kaca yang menghadang di hadapan meski hari ini masih belum terlihat.. sekarang kau pasti dahaga dan menjadi lebih gila.."

namun bila Gibran yang mendengarnya mungkin dia akan berkata.." kau seperti sayap-sayap patah yang terpotong oleh pedang yang kau sembunyikan sendiri di baliknya.. kini merengek meminta pada angin agar bersedia membawamu serta.."

bila kawannya mendengar mungkin akan berkata " jangan terlalu gila teman, dunia ini tak selebar daun kelor, tak setinggi pohon pinang dan tak sedalam ember di kamar mandimu.. kamu kira hanya itu urusan yang ada di dunia ini? masih banyak masalah yang harus kau selesaikan, tinggalkan saja dulu sejenak, hingga kau temukan jawaban dalam benakmu sendiri..."

namun bila terdengar oleh musuhnya berkata mungkin.."Kau kira aku ni emakmu! pergi sana tangisi nasibmu sendiri!..hahaha!!"

bila Ibunya mendengar mungkin beliau berkata.." Nak..betapapun kau tak sanggup membalas budiku.. aku sayang kamu, betapapun kau sakiti hatiku.. aku masih sayang kamu, tapi tolong jangan menyakiti dirimu sendiri.. itu lebih sakit nak.."

bila ayahnya yg mendengar.. "kedewasaan dan kebijaksanaan tidak datang dengan sendirinya.. bila kau tak sanggup menghadapi ini.. maka siapa yang akan mau menjadikan mu sebagai pemimpin kelak?.."

Lalu bila kamu yang mendengar… ???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar aja.. semoga dapet pahala.. amin..