"malam.. kau masih di sini?" "masih mau
menemani??"
#ya, ini yang ditetapkan padaku, sedihmu takkan jd
penghalang bagiku# _dengan nada datar Malam berikan jawaban.._
"jadi.. sebenarnya kau tak pernah benar2 perduli
padaku??"
#... sedih yang kau rasa bukan salahku, itu karena Luka yang
hinggap di hatimu#
"Luka.. " menunduk mengerutkan dahi.."Luka??
"
-sungguh heran aku mendengar jawaban Malam.. tak biasanya ia
sedingin ini padaku- _berbicara ia tanpa bersuara.._
-namun aku lebih heran mendengar sebuah nama yang
disebutnya--Luka..??-
" Malam, sudikah kau beri isyaratmu? siapa kiranya Luka
ini?"
" mengapa ia hinggap di hatiku??"
"..lalu.. " nadanya menurun perlahan..
"..mengapa ia bisa membuat ku merasakan sedih yang
teramat dalam...?" _semakin pelan suara yang terlontar dari
tenggorokannya.. kering.._
_tak ada jawaban.. Malam diam tak bersuara.. tak pula hilang
karena gelap masih menyelimutinya.._
-Luka... Luka.. siapa sesungguhnya Luka ini?? mengapa Malam
tak kunjung memberi jawaban?? apa pula yang dilakukan Luka bersemayam di dalam
hatiku?? -
_untuk beberapa saat
ia terduduk dihamparan pasir.. deru ombak seolah tak ada lagi buatnya.._
^Nak.. sudahlah, tak pantas kau bertanya pada Malam seperti
itu, takkan pula Luka menunjukkan jati dirinya..^
_entah darimana datangnya suara lembut namun penuh
kedewasaan itu berasal.._
"kamu.. kamu siapa??"
"dimana kamu bersembunyi??"
"apa maksud dari semua ini??" _terengah
mencari-cari darimana asalnya suara itu datang.._-tapi kenapa rasa sedih ini
sedikit mereda..?? siapa gerangan dia ini yang berbicara..??-
^Aku.. Waktu... ^
-Waktu??- _bergumam dalam hati_
"wahai Waktu,
sudilah kiranya tunjukkan wujudmu?"
^aku tak berwujud..^^hanya sedikit dari mereka yang
menyadari aku ada^
-tak berwujud??..-
_semakin keheranan dibuatnya.._"lalu... ada apa gerangan kau
menyapa'ku?"
^aku diutus tuk menjinakkan Luka yang bersemayam di hatimu
dan meredakan rasa sedihmu^
^berjalanlah bersamaku, maka kau akan sembuh..^
^jangan diam terlalu lama karena aku takkan menunggu..^
_terdiam tak percaya akan apa yang dikatakan Waktu_
"bagaimana aku bisa berjalan bersamamu bila mata ku pun
tak mampu bedakan diri mu??"
^dengan cara menjalani lagi kehidupan mu..^
^kehidupan yang telah dianugerahkan pada mu..^
^kehidupan yang di dalamnya disisipi segala macam kenikmatan
yang dihalalkan bagimu..^
^dengan cara begitu kau telah berjalan di sampingku.. maka
kan kusembuhkan sakitmu..^
_ragu sesaat mengisi ruang kosong di fikirannya_
_namun Waktu terus berjalan_
_maka melangkahlah pula ia menuju kehidupan yang sempat
dilupakannya.._