Jumat, 08 April 2016

Satu Bagian Kusisihkan

Satu bagian kusisihkan
Dari semua yang tersisa
Terjaga hingga saatnya musnah..
Denyutnya kan terus ada
Menyambut malam dengan caranya..

Beku, membisu takkan lagi jadi bagian darimu
Meski malam berserak bagai pecahan kaca
Yang terus ku injak hingga takkan mampu mata terpejam..

Reguk, reguklah citamu
Bersama mentari yang senantiasa menghangatkanmu..

Namun izinkan aku menatap rupa senyummu,
Biarlah kan kubendung air mataku
Ku topang lemah kakiku
Dan ku sutrai lukaku
Hingga ragu takkan menghinggapimu

Terbanglah bersama sang angin yang mendambamu
Menari, menarilah dengan penuh pesona dan anggunmu

Namun biarkanlah aku menatap dari  bumi ini
Akan kupatahkan sayapku
Kurantai tubuhku
Dan ku belenggu anganku
Hingga takkan ku terbawa oleh harummu
Membayangi jalan di hadapmu

Satu bagian kan kusisihkan
Dari semua yang tersisa
Bahagia yang harus menjadi hak mu

Sesal yang tersirat
Adalah sesal yang tak dapat disesali
Terhimpit
Namun tak mampu ku remuk dinding di sekelilingku
Dinding yang senantiasa menjaga dan bentukku seperti ini
Dinding yang di uratnya mengalir darahku
Hingga ku patah asaku
Agar tak terjerat kau bersamaku

Bukan, bukan karenamu
Tangan ini yang patahkan sendiri jemarinya
Melepas erat genggam mu
Tangan ini pula yang putuskan simpul-simpul yang terangkai
Menabur warna kelam di atas ukiran pelangi
Hingga terhapus satu persimpangan yang rintangi arahmu
Satu bagian yang mampu kusisihkan
Dari semua yang tersisa
Secarik do’a yang kan sertai langkahmu..

Selasa, 08 Maret 2016

So Sin

Bukan sejenis sayur mayur warna hijau kemayu, merona keputih-putihan. Bukan.
Ini gaya bahasa yang lagi trend di kita ( iye gw doank), dipadupadankan dengan bahasa asing yang hampir tidak asing lagi.

Dosa baaangett.

Ya itu kaya gw bilang di atas, "so sin" kan?
Selalu terlintas terfikir terrenung (ga ada kayanya yg terakhir tuh), kalo diliat-liat dipikir-pikir dan direnung-renung, i'm the most sinner in my famillia, bukan ordo tapi.

Si pangais bungsu yang bengal, bodoh, malas, pemberontak dan paling nakal (aw). Bukan bangga, cuma lagi mendeskripsikan aja. Ga perlu baper (bawa perasaan-trend) lah.

Sekarang udah punya bini punya anak masih aja kaya gini, eh, gini apa gitu ya? Tapi mending c, dibanding dulu mah, kali. Tapi malesnya masih banyak, bejadnya masih ada, nakalnya juga, ga mending dooooonk. Ketimpa tanggung jawab jadi leader, lealeaderan mungkin, di toko punya bokap. Toko yang dirintis dibangun dengan keringat (ya enggalah pasti dengan bahan bangunan) dan air mata bokap and kawan-kawannya. Yang kemudian sekarang isinya tinggal masalah dan hutang. Ya namanya bisnis ga jauhlah sama yang namanya hutang, kali.

Satu proyek mangkrak, belum selesai sampe sekarang dari taun jebot kalo ga salah, kalo salah ya mohon maaf. Kemudian hutang yang ga kunjung terbayar kesana-sini. Baru tau gw bisnis ko gini amat ya? Yang jelas, taun ini mungkin penentuan, bisa hancur lebur, atau bisa move on.

Nah hubungannya dengan pendeskripsian gw tadi apa coba? Aaapa cobaa? Pikir dulu lah biar kaya baca novel detektif.

Kamis, 18 Februari 2016

Fenomena LGBT

Ya, LGBT, fenomena yang sebenarnya tidak asing.

Kita tau keberadaannya memang nyata dan ada sejak dulu. Hanya jumlahnya saja yang sekarang semakin banyak. Tidak hanya di daerah terpencil atau kampung-kampung. Kini mereka meraja di kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta. Bukan hanya tersebar di masyarakat umum,malahan sekarang ada sangat dekat dengan institusi pendidikan, sebagian telah masuk hingga ke tingkat Sekolah Dasar.

Lontong-Gemblong-Bala2-Tahu

Ketika nasi berubah bentuk menjadi Lontong, yang kadang isinya kita tidak tau apakah oncom atau potongan sayur mayur. Dibalut dengan daun pisang agar terlihat sopan,terkesan religius karena menutup auratnya. Namun ketika kita dekati dan buka tabirnya,maka akan terlihat aslinya, balut penipu.

Gemblong. Hitam kecoklatan, padat, keras, namun yang sangat bertolak belakang dengan penampilannya adalah, sifatnya sangat manis.
Sungguh sangat tak pantas.

Bala-bala. Satu untuk semua. Ya, satu bentuk yang berisi segala. Kol, wortel, daun bawang, terigu dan lainnya. Tidak jelas ia berdiri, tak mampu memilih satu isi. Benar-benar di luar garis yang ada.

Tahu. Sebentuk yang seharusnya lembut, rapuh, tidak keras. Namun berubah menjadi tegap, lebih keras, kasar, dan permukaan tak beraturan. Mengambil peran sebagai lawannya.

Tak ada rasanya mereka yang dilabel-i halal. Tapi di toko modern dan besar ada sebagian, mungkin agar masyarakat tidak menghindari, bahkan ikut menikmati. Mereka ada di tengah-tengah masyarakat, di terminal,di sudut-sudut sekolah bahkan.
Sebagian masyarakat menerima keberadaan mereka, namun lebih banyak lagi yang menghindari, bahaya mungkin menurut mereka.

Kenapa dihindari? Ya itu cari aja sendiri alasannya.
Tapi kalau gw yang bertindak dan punya kuasa mengahadapi mereka, maka gw gak bakalan menghindar, gw sikat aja semua, gw lumat kunyah KEMBALIKAN KEPADA KODRATNYA sebagai makanan ke dalam perut. :D
Meski mungkin resiko selalu mengintai.

Ini gw ngomongin makanan loh ya..... jangan baper deh... jiaaaaahhh..

posted from Bloggeroid

Rabu, 17 Februari 2016

Word From A Bus #17Feb2016

Seperti biasa pagi gw langkahi dengan sepasang sendal capit dan batik, berderap tanpa tergesa menuju tempat manusia becerai berai... terminal.

Sedikit basah bercampur tanah merah, maklum semalam hujan datang sedikit ke pagi, hingga sisa embun dan kilaunya masih ada.

Pagi ini gw terpaksa lewati dulu jadwal kopi, setelah bangun gw tidur lagi, lalu bangun pagi sudah meninggi, tak ada waktu lagi bercengkrama dengan pahitnya.

Hari ini raya sudah luar biasa terisi, iya maksudnya jalan raya. Selalu saja harus gw perjelas, mikir dikit kenapa sih.
Singkat gw dapet bis, meski sedikit lama menanti.

Kosong,banyak kursi tak berisi,terlalu tinggi sudah mentari saat aku pergi sepertinya. Bukan jadwal umum. Umum karena mayoritas, mayoritas di ibu kota. Berangkat lebih pagi menghindari macet yang mengular.

Apa yang sebenarnya yang mereka cari, yang gw cari, pergi pagi, pulang saat mentari sudah menepi.
Uang? Kebahagiaan? Kemapanan? Atau hanya untuk bekerja? Karena lumrahnya manusia dewasa itu bekerja. Kalo di luar kelumrahan biasanya jadi omongan,yah maklum,masih banyak manusia yang lebih sibuk mengurusi orang lain daripada dirinya sendiri.

Masih banyak sih, tapi mulai bosan, nanti saja jika masih mampu, gw lanjut lagi.

Untuk sekarang,lanjut saja dengan mimpi yang ada.

~Bukan berarti harus tidur lagi.

posted from Bloggeroid

Selasa, 09 September 2014

Riak hati

Berjejal rasanya..
menggunung mungkin bila kemarin senja tak dituai..

Tak merunduk diterpa badai..
Merunduk diinjak-injak..

Bila saja tak ada segumpal daging di dada..
Bila saja tak ada setitik cahaya menggantung di pelupuk..

Mungkin remuk sudah..
Bersatu dengan tanah..
Berteman garam dan asam..

Jumat, 20 Desember 2013

Ada Yang Salah

Ternyata ada yang salah dengan tujuan gw menulis..

Awalnya yang ingin hanya menulis, kini terjerat dengan jumlah pembaca, terjerat khayalan akan datangnya materi dari hasil tulisan gw...

Sampe-sampe gw malah jadi sulit buat nulis, terlalu takut jadinya untuk bikin kesalahan, takut tulisan gw ga banyak yang suka, bahkan takut tulisan gw cuma dibaca sama gw sendiri.

Pada akhirnya gw sangat enggan buat nerusin tulisan gw, enggan buat mengeksplorasi dunia imajinasi, enggan mendalami karakter yang memang sudah mengakar di pikiran gw.

Semakin gw liat kesuksesan mereka, kamu, dan orang lain dalam menjalani hidup, semakin gw terpuruk pada rasa yang bikin gw lupa untuk besyukur. Padahal gw mungkin jauh lebih beruntung dari sekian puluh, ratus, bahkan mungkin ribuan orang lainnya yang hidup kesusahan, jangankan buat menolong keluarganya, untuk menafkahi dirinya sendiri pun mungkin sudah sangat sulit.

Gw yang sekarang ga perlu pusing mikirin apakah gw bisa makan ato engga hari ini atau besok,
Gw yang sekarang ga perlu pusing nyari tempat buat merebah, beristirahat dari lelahnya hari, panasnya mentari, dinginnya hujan dan malam,
Gw yang sekarang ga perlu pusing mencari pertolongan kalo gw lagi ada masalah, ada kekurangan, ada kesalahan.

Astaghfirullah...

Gw mungkin adalah manusia paling tidak tahu diri, dan lupa cara bersyukur..

Harusnya gw bisa menulis dengan tenang.. tanpa beban.. tanpa rasa ketakutan..

Karena harusnya tujuan gw menulis adalah buat melepaskan hasrat menulis.Itu saja.

Jumat, 11 Oktober 2013

Pindah ke zona --nyaman--

Teruuus aja ni pikiran ngelayang ke judul di atas...
Kangen pengen mulai usaha lagi, pengen gerak ngisi waktu n dompet gw sendiri..
Kangen?? Ya gitu dah, dulu gw sempet bikin usaha sama tmn deket gw, sebelum akhirnya gw minggat..
Dulu usaha gw percetakan gt, digital printing kerennya c..
Awalnya tiga org, patungan, dapet 50jt, trus mulai jalan deh..
Survei alat, belanja perabot, sama cari tempat...
Alhamdulillah usaha pun bisa dijalankan dengan bantuan moril dari berbagai pihak...
Setelah sekitar enam bulan...

O iya, gw lupa cerita kalo waktu itu gw blm lulus kuliah, smester 10 kalo ga salah, banyak ya smesternya...itu belum semua...haha..

-to be continued-

Udh ilang selera, ntar kalo selera gw muncul lagi baru gw terusin. Kalo engga...ya engga.. ;p

Rabu, 09 Oktober 2013

Testing

Ini adalah sebuah test yang dilakukan untuk mengetahui kelayakan dari seekor app yang di sebut bloggeroid..
Itu aja sih..
Haha

Kamis, 26 September 2013

Yuhuuu...

hai hai hai... semua pamiarsa yang entah sebenernya ada pamiarsanya ga sih...wkwk

ok. kalo boleh ngasih tau..dan kayaknya sih boleh..bener boleh..?? hihi

saat ni kopi gw udah abis, amunisi juga, cewe gw lg marah (mungkin) karena gw smsnya kurang banyak..kali gitu alesannya.. nelepon juga kagak.. XD

maaf sayang.. mood gw lg kacau beliau, hendak disimpan dimana wajah kanda bila kemudian kanda tetiba marah atau mengesalkan adinda..? kanda rindu sejujurnya, namun ya saat ini tak memungkinkan, kanda tak sampai hati..

gapapa kan malem jumat ngecapruk..ga ada larangannya juga di pinggir jalan mah..haha

o iya.. kembali ke topik, hmmm... perasaan memang belon ada topiknya sedari awal juga.. *ga sengaja ngangkat cangkir kopi lagi, padahal dah kandas dari tadi..wkwk
yaaaah...baru mulai gw udah bingung mo nulis apaan lagi..
apa ya...??
yasudahlah dicukupkan dulu..

ketika hulu tak lagi alirkan kesejukan, maka apa daya muara..
sampai hulu berhenti mengeluh, ia takkan tersentuh.

(pamiarsa = pemirsa,dari bahasa sunda.. :p)

Senin, 20 Mei 2013

Indonesia sebagian kecil

Aceh,Gayo Lues

Ya,besok gw berangkat ke Aceh, flight ke Medan, baru jalan darat ke Lokasi proyek. Dengan perjalanan udara selama dua jam dan perjalanan darat 11 jam, gw belum ngerti bener kenapa harus jalur itu..

Sebagian alasan yang gw tau adalah di Medan kita akan melengkapi perlengkapan kerja yang belum dibeli. Mungkin di Medan lebih lengkap dibandingkan dengan di lokasi, dan kalo bawa dari sini terlalu merepotkan.

Oke sip. Gw deal aja biar cepet.
Lo juga kan.?

Dan seperti biasanya sebelum berangkat ke lokasi, satu malam sebelumnya gw pasti galau..gamang..seakan jadi kerdil..

Halah. Lebay.
Tapi deal aja lah biar cepet...

Gamang, ko nyari duit jauh2 amat, emangnya stok duit di jawa udah abis y? D hell...
Sebagian dari diri gw memang menyukai tiap kali waktunya tugas lapangan..meski sebagian engga..kalo penasaran,pikirin aja alesannya sendiri. Deal?

Deal aja lah biar cepet...

Selama gw kerja di sini kurang lebih dua tahun. Gw udah pernah ke NTT, diantaranya Kupang, Belu, Sumba Barat Daya. Pernah ke Flores, Maumere, Palembang.

Dan Bali cuma tempat transit ganti pesawat doank. Haha.

Iya donk gw "haha", berkali-kali kesitu cuma numpang bengong doank. Sue bener...tapi lumayanlah meski cuma di bandara,gw bisa liat kelakuan bule2 yang pada nganeh.
Apa kelakuan gw yang nganeh menurut bule2 ya??
Ya pokonya gitu deh..deal?

Deal aja lah biar cepet...

Ternyata Indonesia Raya itu memang Raya men..!
Luas, kaya budaya, bahasa, dan alamnya juga kaya.!

Kalo lo udah pernah ke sana, lo bakal nemuin pantai2 yang ajib2!
Bahkan yang jauuuhh lebih ajib dari Bali, kelebihannya lagi, masih sepi..! Menurut gw pribadi tapinya..hihi.

Tapi mending sebelum gw suruh deal, lo deal aja lah duluan...biar cepet..

Kesimpulannya..kalo ada kesempatan, mending jangan dilewatin buat ngelancong di negeri sendiri..
Sayang banget kalo ga coba..ga perlu passport n visa pun..

Udah deal aja lah biar cepet.. :D

posted from Bloggeroid