Selasa, 10 Mei 2016

Mayasari Bakti 73 Kp.Rambutan-Ciledug

Cuma mau kasih info aja..
kalo gw masih bisa dapet bis 73 yang ke arah kp.rambutan jam 21.40

Alhamdulillah..gw kirain bakalan jalan balik ke kantor and have to spend a night there.

Gw dapet di depan Gandaria City mall.
Ongkos sekarang Mei 2016 Rp. 13.000,-

Mau moyoy duyu ah..
Take care n jangan malu untuk bertanya di jalan, tapi liat2 juga kalo mau nanya, namanya juga kota gede, waspada selalu diperlukan.

Ok deh chiaw chiaw

Kamis, 21 April 2016

Painting a.k.a melukis

Ciyeeee.. gaya....
Anak lulusan sekolah seni bukan,kursus kaga,soksok-an ngasi judul melukis. :)))

Haha gw bukan mau tutorial or apalah apalah. Cuma pengen cerita aja,sharing kali ya. Akhir-akhir ini gw tertatik lagi sama dunia seni,sekarang ini seni lukis.

Ga ngerti kenapa tetiba gw pengen ngelukis. Terus aja gw browsing soal dasar2 melukis,dasar teknik melukis,peralatan harus ada dalam melukis. Selain itu juga gw nonton bukan satu atau dua tutorial melukis di utube,belasan yang udah gw tonton sampe sekarang. Ada beberapa yang bikin gw tercengang, terperanjat, terguling (ini tambahan bahasa yang ga masuk tema), soalnya di awal kaya yang ga jelas ulas sana sini tapi di akhir.. faaaaakkkk.. realistik banget hasilnya! Ajib dah! Itu mungkin yang mesti dilewati dengan pengalaman banyaknya praktek,bukan cuma baca ato nonton video tutorialnya.

Ok, jadi sekarang gw tau dunia lukis tuh luaaaaasss banget, alatnya, medianya, temanya, tekniknya dll.
Tapi setidaknya buat gw, ada tiga bahan melukis.

1. Cat air;
2. Cat Acrylic;
3. Cat minyak.

Cat air sama acrylic punya kesamaan, pelarutnya adalah air. Mudah kering, proses melukis berlapis pun bisa dilakukan dengan cepat dan katanya sih lebih ramah lingkungan. Namun hasil lukisannya tidak tahan lama. Lukisan cat air dan acrylic lama-kelamaan bisa pudar, apalagi bila terkena sinar matahari.
Katanya sih ada bahan (media) yang bisa bikin hasil lukisan cat Acrylic jadi lebih tahan lama, kaya Galkyd sama Glycerin. Tapi gw ga tau apa di mari ada yg jual Galkyd,kalo ada harganya pasti lumayan, soalnya barang luar, lo tau pan rupiah kita mah luar biasa. Xp nah kalo Glycerin setau gw adalah bahan kimia yang bisa jadi bahan dasar peledak, apa iya dijual bebas di mari? Secara negara kita mah pan parno-an sama yang namanya teroris, segala macem diperketat, termasuk pengadaan bahan-bahan kimia yang berhubungan dengan peledak atau bom. Yasudahlah.

Oke yang kedua adalah cat Minyak, ini yang biasanya para seniman senior pada pake. Hasil warnanya katanya lebih bagus, lebih tajem n lebih realistis. Terus juga waktu keringnya lebih lama, jadi bisa berkreasi lebih jauh sama lukisannya. Hasil lukisannya pun tahan lama, nah tuh lukisan jaman jebot yang masi pada ada sekarang itu sebagian besar dilukis pake cat minyak. Walaupun takkan ada yang abadi (apa sih ini wkwk).
Tapi, bermain dengan cat minyak berarti lo kudu lebih hati-hati. Sebab banyak media pelarutnya yang merupakan bahan kimia mudah terbakar bahkan bisa meledak. Katanya. Minimalnya pake Thinner. Terus juga kalo ngerjain lukisan cat minyak, disarankan dilakukan di ruang terbuka atau setidaknya ruangan yang sirkulasi udaranya bagus, ventilasinya aga banyak, atau dengan tambahan kipas angin. Soalnya cat minyak baunya agak menyengat, katanya juga kurang bagus buat kesehatan.

Nah itu yang gw tau sementara ini, masih banyak sih, tapi ya segitu aja dulu biar santai ya ga.

Lain kali gw share yang lainnya. Btw gw juga belon beli acan peralatannya. Budget meeeennn..wkwkwk.

Ok deh jaaaa na. ^^

Hujan

Hujan saat gw terjaga di pagi hari tuh selalu bikin gw bergumam..wow..

Morning rain is always amaze me.

Gw agak ngefans sih soalnya sama ujan, selain bikin adem juga suara jatohnya ujan ke atas genting (kaya lagu bocah) bikin gw pengen loncat ke tempat tidur :))))
Ga juga sih, ada mantra di setiap rintiknya. Sayang aja gw udah kolot bin tuir,malu mau ujan-ujanan. Tapi dulu seinget gw kalo lagi jalan ditengah ujan (keujanan) dan gw menengadah ke atas,butiran-butiran ujan yang jatoh ke muka seakan melunturkan segala kepenatan gw. Tercuci dan terbawa hanyut pergi. Magic, that's all i can say.

Alhamdulillah..

Dan gw ga ngantor hari ini,ketiduran lagi tadi pagi.. faaaakkkkk :')))

Magic!

Jumat, 08 April 2016

Satu Bagian Kusisihkan

Satu bagian kusisihkan
Dari semua yang tersisa
Terjaga hingga saatnya musnah..
Denyutnya kan terus ada
Menyambut malam dengan caranya..

Beku, membisu takkan lagi jadi bagian darimu
Meski malam berserak bagai pecahan kaca
Yang terus ku injak hingga takkan mampu mata terpejam..

Reguk, reguklah citamu
Bersama mentari yang senantiasa menghangatkanmu..

Namun izinkan aku menatap rupa senyummu,
Biarlah kan kubendung air mataku
Ku topang lemah kakiku
Dan ku sutrai lukaku
Hingga ragu takkan menghinggapimu

Terbanglah bersama sang angin yang mendambamu
Menari, menarilah dengan penuh pesona dan anggunmu

Namun biarkanlah aku menatap dari  bumi ini
Akan kupatahkan sayapku
Kurantai tubuhku
Dan ku belenggu anganku
Hingga takkan ku terbawa oleh harummu
Membayangi jalan di hadapmu

Satu bagian kan kusisihkan
Dari semua yang tersisa
Bahagia yang harus menjadi hak mu

Sesal yang tersirat
Adalah sesal yang tak dapat disesali
Terhimpit
Namun tak mampu ku remuk dinding di sekelilingku
Dinding yang senantiasa menjaga dan bentukku seperti ini
Dinding yang di uratnya mengalir darahku
Hingga ku patah asaku
Agar tak terjerat kau bersamaku

Bukan, bukan karenamu
Tangan ini yang patahkan sendiri jemarinya
Melepas erat genggam mu
Tangan ini pula yang putuskan simpul-simpul yang terangkai
Menabur warna kelam di atas ukiran pelangi
Hingga terhapus satu persimpangan yang rintangi arahmu
Satu bagian yang mampu kusisihkan
Dari semua yang tersisa
Secarik do’a yang kan sertai langkahmu..

Selasa, 08 Maret 2016

So Sin

Bukan sejenis sayur mayur warna hijau kemayu, merona keputih-putihan. Bukan.
Ini gaya bahasa yang lagi trend di kita ( iye gw doank), dipadupadankan dengan bahasa asing yang hampir tidak asing lagi.

Dosa baaangett.

Ya itu kaya gw bilang di atas, "so sin" kan?
Selalu terlintas terfikir terrenung (ga ada kayanya yg terakhir tuh), kalo diliat-liat dipikir-pikir dan direnung-renung, i'm the most sinner in my famillia, bukan ordo tapi.

Si pangais bungsu yang bengal, bodoh, malas, pemberontak dan paling nakal (aw). Bukan bangga, cuma lagi mendeskripsikan aja. Ga perlu baper (bawa perasaan-trend) lah.

Sekarang udah punya bini punya anak masih aja kaya gini, eh, gini apa gitu ya? Tapi mending c, dibanding dulu mah, kali. Tapi malesnya masih banyak, bejadnya masih ada, nakalnya juga, ga mending dooooonk. Ketimpa tanggung jawab jadi leader, lealeaderan mungkin, di toko punya bokap. Toko yang dirintis dibangun dengan keringat (ya enggalah pasti dengan bahan bangunan) dan air mata bokap and kawan-kawannya. Yang kemudian sekarang isinya tinggal masalah dan hutang. Ya namanya bisnis ga jauhlah sama yang namanya hutang, kali.

Satu proyek mangkrak, belum selesai sampe sekarang dari taun jebot kalo ga salah, kalo salah ya mohon maaf. Kemudian hutang yang ga kunjung terbayar kesana-sini. Baru tau gw bisnis ko gini amat ya? Yang jelas, taun ini mungkin penentuan, bisa hancur lebur, atau bisa move on.

Nah hubungannya dengan pendeskripsian gw tadi apa coba? Aaapa cobaa? Pikir dulu lah biar kaya baca novel detektif.

Kamis, 18 Februari 2016

Fenomena LGBT

Ya, LGBT, fenomena yang sebenarnya tidak asing.

Kita tau keberadaannya memang nyata dan ada sejak dulu. Hanya jumlahnya saja yang sekarang semakin banyak. Tidak hanya di daerah terpencil atau kampung-kampung. Kini mereka meraja di kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta. Bukan hanya tersebar di masyarakat umum,malahan sekarang ada sangat dekat dengan institusi pendidikan, sebagian telah masuk hingga ke tingkat Sekolah Dasar.

Lontong-Gemblong-Bala2-Tahu

Ketika nasi berubah bentuk menjadi Lontong, yang kadang isinya kita tidak tau apakah oncom atau potongan sayur mayur. Dibalut dengan daun pisang agar terlihat sopan,terkesan religius karena menutup auratnya. Namun ketika kita dekati dan buka tabirnya,maka akan terlihat aslinya, balut penipu.

Gemblong. Hitam kecoklatan, padat, keras, namun yang sangat bertolak belakang dengan penampilannya adalah, sifatnya sangat manis.
Sungguh sangat tak pantas.

Bala-bala. Satu untuk semua. Ya, satu bentuk yang berisi segala. Kol, wortel, daun bawang, terigu dan lainnya. Tidak jelas ia berdiri, tak mampu memilih satu isi. Benar-benar di luar garis yang ada.

Tahu. Sebentuk yang seharusnya lembut, rapuh, tidak keras. Namun berubah menjadi tegap, lebih keras, kasar, dan permukaan tak beraturan. Mengambil peran sebagai lawannya.

Tak ada rasanya mereka yang dilabel-i halal. Tapi di toko modern dan besar ada sebagian, mungkin agar masyarakat tidak menghindari, bahkan ikut menikmati. Mereka ada di tengah-tengah masyarakat, di terminal,di sudut-sudut sekolah bahkan.
Sebagian masyarakat menerima keberadaan mereka, namun lebih banyak lagi yang menghindari, bahaya mungkin menurut mereka.

Kenapa dihindari? Ya itu cari aja sendiri alasannya.
Tapi kalau gw yang bertindak dan punya kuasa mengahadapi mereka, maka gw gak bakalan menghindar, gw sikat aja semua, gw lumat kunyah KEMBALIKAN KEPADA KODRATNYA sebagai makanan ke dalam perut. :D
Meski mungkin resiko selalu mengintai.

Ini gw ngomongin makanan loh ya..... jangan baper deh... jiaaaaahhh..

posted from Bloggeroid

Rabu, 17 Februari 2016

Word From A Bus #17Feb2016

Seperti biasa pagi gw langkahi dengan sepasang sendal capit dan batik, berderap tanpa tergesa menuju tempat manusia becerai berai... terminal.

Sedikit basah bercampur tanah merah, maklum semalam hujan datang sedikit ke pagi, hingga sisa embun dan kilaunya masih ada.

Pagi ini gw terpaksa lewati dulu jadwal kopi, setelah bangun gw tidur lagi, lalu bangun pagi sudah meninggi, tak ada waktu lagi bercengkrama dengan pahitnya.

Hari ini raya sudah luar biasa terisi, iya maksudnya jalan raya. Selalu saja harus gw perjelas, mikir dikit kenapa sih.
Singkat gw dapet bis, meski sedikit lama menanti.

Kosong,banyak kursi tak berisi,terlalu tinggi sudah mentari saat aku pergi sepertinya. Bukan jadwal umum. Umum karena mayoritas, mayoritas di ibu kota. Berangkat lebih pagi menghindari macet yang mengular.

Apa yang sebenarnya yang mereka cari, yang gw cari, pergi pagi, pulang saat mentari sudah menepi.
Uang? Kebahagiaan? Kemapanan? Atau hanya untuk bekerja? Karena lumrahnya manusia dewasa itu bekerja. Kalo di luar kelumrahan biasanya jadi omongan,yah maklum,masih banyak manusia yang lebih sibuk mengurusi orang lain daripada dirinya sendiri.

Masih banyak sih, tapi mulai bosan, nanti saja jika masih mampu, gw lanjut lagi.

Untuk sekarang,lanjut saja dengan mimpi yang ada.

~Bukan berarti harus tidur lagi.

posted from Bloggeroid

Selasa, 09 September 2014

Riak hati

Berjejal rasanya..
menggunung mungkin bila kemarin senja tak dituai..

Tak merunduk diterpa badai..
Merunduk diinjak-injak..

Bila saja tak ada segumpal daging di dada..
Bila saja tak ada setitik cahaya menggantung di pelupuk..

Mungkin remuk sudah..
Bersatu dengan tanah..
Berteman garam dan asam..

Jumat, 20 Desember 2013

Ada Yang Salah

Ternyata ada yang salah dengan tujuan gw menulis..

Awalnya yang ingin hanya menulis, kini terjerat dengan jumlah pembaca, terjerat khayalan akan datangnya materi dari hasil tulisan gw...

Sampe-sampe gw malah jadi sulit buat nulis, terlalu takut jadinya untuk bikin kesalahan, takut tulisan gw ga banyak yang suka, bahkan takut tulisan gw cuma dibaca sama gw sendiri.

Pada akhirnya gw sangat enggan buat nerusin tulisan gw, enggan buat mengeksplorasi dunia imajinasi, enggan mendalami karakter yang memang sudah mengakar di pikiran gw.

Semakin gw liat kesuksesan mereka, kamu, dan orang lain dalam menjalani hidup, semakin gw terpuruk pada rasa yang bikin gw lupa untuk besyukur. Padahal gw mungkin jauh lebih beruntung dari sekian puluh, ratus, bahkan mungkin ribuan orang lainnya yang hidup kesusahan, jangankan buat menolong keluarganya, untuk menafkahi dirinya sendiri pun mungkin sudah sangat sulit.

Gw yang sekarang ga perlu pusing mikirin apakah gw bisa makan ato engga hari ini atau besok,
Gw yang sekarang ga perlu pusing nyari tempat buat merebah, beristirahat dari lelahnya hari, panasnya mentari, dinginnya hujan dan malam,
Gw yang sekarang ga perlu pusing mencari pertolongan kalo gw lagi ada masalah, ada kekurangan, ada kesalahan.

Astaghfirullah...

Gw mungkin adalah manusia paling tidak tahu diri, dan lupa cara bersyukur..

Harusnya gw bisa menulis dengan tenang.. tanpa beban.. tanpa rasa ketakutan..

Karena harusnya tujuan gw menulis adalah buat melepaskan hasrat menulis.Itu saja.

Jumat, 11 Oktober 2013

Pindah ke zona --nyaman--

Teruuus aja ni pikiran ngelayang ke judul di atas...
Kangen pengen mulai usaha lagi, pengen gerak ngisi waktu n dompet gw sendiri..
Kangen?? Ya gitu dah, dulu gw sempet bikin usaha sama tmn deket gw, sebelum akhirnya gw minggat..
Dulu usaha gw percetakan gt, digital printing kerennya c..
Awalnya tiga org, patungan, dapet 50jt, trus mulai jalan deh..
Survei alat, belanja perabot, sama cari tempat...
Alhamdulillah usaha pun bisa dijalankan dengan bantuan moril dari berbagai pihak...
Setelah sekitar enam bulan...

O iya, gw lupa cerita kalo waktu itu gw blm lulus kuliah, smester 10 kalo ga salah, banyak ya smesternya...itu belum semua...haha..

-to be continued-

Udh ilang selera, ntar kalo selera gw muncul lagi baru gw terusin. Kalo engga...ya engga.. ;p